Nasib Petani Kelapa Di Inhil
Harga Kelapa Inhil Sangat Berantai Turun Harganya
Nasib ratusan ribu petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai kabupaten yang menggantungkan hidup pada perkebunan kelapa terbesar di Tanah Air bakal terancam. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Riau megakui beratnya persoalan trio tata air di Inhil yang berdampak besar pada kelangsungan perkebunan kelapa rakyat.
Kepala
Bappeda Riau, H Ramli Walid, Selasa (29/3/2011), usai mengekspose
program pembangunan Pemprov Riau ke depan, yang di dalamnya tidak
terdapat masalah penanganan kebun kelapa Inhil sebagai salah satu
kabupaten bagian dari Riau mengatakan Pemprov dan Daerah tidak memiliki
anggaran yang cukup untuk menangani masalah trio tata air Inhil.
“Setiap
tahun memang diusulkan tapi kita belum mempunyai anggaran cukup besar
untuk memperbaiki trio tata air Inhil yang rusak seperti tanggul. Kita
sudah coba ajukan ke pusat tapi belum ada hasil,” terang H Ramli Walid
yang meminta kabupaten mengatasi secara bertahap melalui anggaran
pembangunan tanggul di APBD Inhil di samping bantuan provinsi sesuai
anggaran yang tersedia.
Dalam
paparan Bappeda Riau tentang program pembangunan Riau ke depan, untuk
Inhil tampak diusulkan pembangunan cluster industry kelapa sawit di
Kuala Enok yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat.
Kenapa
tidak mengusulkan kelapa dengan membangun Balai Pelelangan atau
pergudangan? Menanggapi hal ini, Ramli Walid mengatakan perkebunan
kelapa sudah berkembang, dan Inhil sudah terkenal dengan luas kebun
kelapa yang dimiliki.
Di
sisi lain masyarakat Inhil terus menerus menanam sawit. Makanya Pemprov
menjadikan cluster industry sawit itu sebagai salah satu prioritas
pembangunan ekonomi di Inhil melalui anggaran 2012 untuk melanjutkan
akses jalan yang sudah ada.
Beberapa
prioritas lain yang dialokasikan Pemprov untuk Inhil ialah rumah sakit
Guntung dan Pulau Kijang. Kemudian pihaknya juga berjanji tetap akan
melanjutkan beberapa program pembangunan Inhil dengan biaya provinsi
yang sampai saat ini masih terbengkalai.
“Memang
ada beberapa pekerjaan provinsi di Inhil seperti pembangunan RS Guntung
dan RS Pulau Kijang, pembangunan jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala
Enok (lokasi kluster sawit, red), jalan Sorek–Guntung serta
beberapa proyek lain yang hingga kini belum juga selesai pekerjaannya
akan tetap kita tuntaskan,” janji Ramli Walid
Kemudian
bagi proyek pembangunan yang menggunakan dana sharing antara kabupaten
dan provinsi juga tetap menjadi perhatian untuk kelanjutannya, sejauh
hal itu menjadi kewajiban provinsi sesuai kesepakatan tetap akan
dilanjutkan, dan yang menjadi kewajiban kabupaten seharusnya juga harus
dituntaskan.

Komentar
Posting Komentar